DECISION RESEARCH

THE USE OF DECISION ANALYSIS

Hidup itu ngakl pernah lari dari pilihan. Misalnya, ketika alarm berbunyi di pagi hari, kita harus menentukan: bangun, / mematikan burglar alarm dan tidur lagi. Selain keputusan yang sangat simpel seperti perkara tadi, kita juga tetao dihadapkan di keputusan yang sulit dan kompleks, misalnya, di dalam memilih karir atau pasangan hidup. Pilihan-pilihan yang kita ambil ini tentu jadi mempengaruhi zaman depan kita, atau bahkan kehidupan jamaah lain, tergantung seberapa tidak kecil lingkup keputusan yang kita ambil. Pada dasarnya pada keputusan mempunyai 3 arah: objective, substitute, dan potential risks. Saat memutuskan sesuatu, tentu wujud sasaran yang ingin dicapai atau sesuatu yang selesaikan. Sasaran ini disebut objective. Objective dibagi dua berdasarkan tingkat kepentingannya, yaitu yang wajib dipenuhi (musts) lalu keinginan kita (wants). Setiap objective pun harus realistis atau mampu dipenuhi. Target yang gak mungkin dicapai tidak bisa disebut sebagai objective. Seringkali, saat menarik keputusan, kita akan dihadapkan pada banyak pilihan (alternative). Pada akhirnya, alternatif yang dipilih ialah yang terbaik. Setiap keputusan yang diambil, akan ada konsekuensi yang harus dihadapi (potential risk), yaitu hadirnya ketidak pastian di zaman depan dan kemungkinan nampak konflik dengan kepentingan lainnya. Dalam fall sebelumnya, telah dijelaskan teknik proses Decision Analysis. Pada lampiran awd tipe keputusan akan dibahas lebih lanjut dan dijelaskan menggunakan fall dalam kenyataan yang kita hadapi sehari-hari. Keputusan yang diambil dibagi ke dalam 5 grupp:

1 . Sophisticated Decision

Pada situasi yang kompleks, kita tidak dapat langsung mengambil keputusan hanya dengan pengalaman atau intuisi saja, melainkan harus mengestimasikan detail yang sangat tidak sedikit, dimana trik yang sistematis untuk mengevaluasi alternatif lalu membuat keputusan yang terbaik sangat dibutuhkan. Dalam sebuah organisasi, seringkali keputusan yang kompleks melibatkan banyak kepentingan dan beresiko besar. Orang tentu tetao bertanya-tanya atas keputusan yang diambil. Dengan adanya Decision Analysis, kita dapat membuktikan langkah-langkah juga alasan sebuah pilihan / keputusan diambil apabila dilakuin secara sistematis.

Contoh Fall: Memilih kuliah

Selepas SMA, Namira memutuskan untuk log in perguruan tinggi. Ia berharap masuk jurusan bisnis. Bagi itu Namira melakukan analisa terhadap three or more perguruan banyak. Dengan banyak pertimbangan faktor-faktor yang berarti, akhirnya Namira memutuskan bagi memilih PMBS.

| PMBS| UPH| London School

Must Objectives| | |

Universitas Manajemen Swasta| Go| Go| No Go

Ada tempat Kost disekitar| Go| Go| -

Would like Objectives| | |

Total Weighted Score| 1152| 1030| --

(hitungan Decision Analysis memiliki pada lampiran)

1 . Certainly or No Decision

Beberapa orang berpikir yakni untuk hal-hal kompleks memang diperlukan Decision Analysis. Tetapi, apakah penting dilakukan analisa mendalam bagi pertanyaan dengan hanya kemungkinan dua respom? Sebenarnya analisa ini masih perlu dilakuin, agar jamaah tidak hilang ditengah preferensinya sendiri tanpa melakukan penilaian objektif. Yes / Not any Decision hampir sering digolongkan menjadi 2: * Take or perhaps Reject

Kita sering dihadapkan pada suatu pilihan masa ya as well as tidak yang membuat keputusan tersebut akhirnya menjadi ambigu. Kesalahan umum yang dibuat oleh banyak jamaah adalah bukan berpikir mendalam saat berhadapan pilihan Ya / Gak. Bukannya memikirkan tujuan, target, serta konsekuensi dari keputusan tersebut, jamaah langsung menjatuhkan pilihan dengan tidak mengevaluasi lebih lanjut. 5. Change or Continue

Kedua seleksian ini, lanjut (continue) atau berubah (change), memiliki kelemahannya masing-masing. Bila kita memutuskan untuk beralih, berganti, bersalinbertukar (change), nyata banyak efeknya yang dihadapi, salah satunya ketidakpastian. Selain itu mengenai ada tantangan dari orang mempertahankan status quo, karena sudah terbiasa menjalankan...

Tags:

Thinking Dissertation

Essay about Inclusive Banking